Laporan: Jannes Sibuea
Jakarta, Rakyat Merdeka.
Bekas anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Djoko Edhi
Sutjipto Abdurrahman buka-bukaan soal borok-borok bekas bosnya, Amien
Rais.
Dalam sidang gugatan recall atas SK Presiden 20/2006 yang
digelar di PTUN, Pulau Gebang, Jakarta Timur, Selasa siang ini (28/11),
Djoko Edhi membeberkan sejumlah �rahasia dapur� partai yang pernah
dinaunginya tanpa tedheng aling-aling.
Vokalis PAN saat menjadi anggota Komisi III DPR ini membacakan
sendiri surat gugatan setebal 70 halaman atas pemecatan dirinya oleh
Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir.
Menurut Djoko Edhi, recall yang dilakukan DPP PAN terhadap
dirinya dengan alasan studi banding RUU Perjudian ke Mesir adalah alasan
yang dibuat-buat. Justru, kata dia, di balik pemecatannya itu ternyata
ada Amien Rais sebagai actor intelectual-nya.
Alasan sesungguhnya, yang menjadi latar belakang pemecatan adalah,
bekas wakil sekjen DPP PAN ini dituduh memeras konglomerat Sukanto
Tanoto yang tengah diburu Bank Mandiri karena kredit macet. Ia juga
dituding telah �menodong� Dirjen Pajak dan Dirdas Wakim.
Dalam surat gugatannya, Djoko Edhi juga balik menuduh Amien Rais
yang telah menghancurkan karier politiknya. Politisi asal Madura ini
membeberkan, bahwa bekas Ketua Umum PAN itu pernah terima duit sebesar
10 juta dolar AS dari keluarga Soeharto pada zaman reformasi lalu.
�Saya tahu, Amien Rais sudah menerima 10 juta dolar AS dari keluarga
Soeharto lewat Sdr. Slamet Kirbiyanto (bekas KABAIS) dan Letjen Prabowo
Subijanto,� paparnya dengan ekspresi meyakinkan di depan majelis hakim.
Soal Freeport, Djoko Edhi menilai Amien Rais sangat bernafsu ingin
masuk menjadi komisaris perusahaan tambang milik AS itu dengan
menggulirkan isu kontrak karya yang diotakinya.
Bahkan, lagi-lagi ia menuding bahwa Amien juga menerima uang dari
Sukanto tanoto dan Tommy Winata untuk membiayai kampanyenya saat Pilpres
2004 lalu.
�Soal Tommy Winata, dia dijanjikan Amien Rais akan diizinkan membuka
kasino di beberapa tempat di Indonesia. Kalau Sukanto Tanoto, pernah
menyetorkan uang untuk kampanye Pilpres 2004 lalu,� urai Djoko Edhi.
�Dosa� lain Amien Rais dan Soetrisno Bachir yang dikorek Djoko Edhie
adalah, disebutkan bahwa bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu telah
menjual PAN ke SB senilai Rp 40 miliar dengan kompensasi akan dijadikan
ketua umum. iga
Visitors
Labels
22.24
Skandal Amien Rais
Selasa, 28 November 2006
Langganan:
Postingan (Atom)

